Senin, 16 Januari 2012

SungKyunKwan episode 5

 Annyeong Chingudeul.. mian.. lesson 5 rada telat.. awal tahun neh makin banyak kerjaan coz.. jadwal pada berubah... (JJiiiiaaahhh CurCol lagi..)

Lesson 5

Moon Jae Shin terlihat kesal dan membanting peralatan panahnya. Sun Joon menghampirinya:
“jika kau berniat mencari kepala mahasiswa harap tahan dirimu”

Jae Shin sinis menanggapinya:
“kenapa?apa karena dia Noron juga seperti kau?”.

“Situasi ini terjadi karena aku jadi akulah orang yang harus menyelesaikannya.” Ujar Sung Joon

Sementara itu Yoon Hee mulai sadar. Saat terbangun ia terkejut berada di ruang medis. Lalu ia mencari benda yang diberi ibunya. Yoon Hee mencari benda itu sampai di bawah ranjang, lalu ia melihat sepasang kaki mendekat. Ia pun bangun ternyata itu Prof. Jung yang melihatnya dengan tajam. Takut dengan tatapan professor, Yoon Hee pamit akan pergi. Saat melangkah ke luar, Prof. Jung bertanya:
“apa benda ini yang kau cari?” sambil menunjukkan suatu benda.

Yoon Hee terhenti dan berbalik. Alangkah terkejutnya ia saat tahu benda yang dicari ada di tangan Prof. Jung.
“apa kau seorang gadis?” Tanya Prof. Jung  lagi dan membuat Yoon Hee bertambah kaget
“Jawab aku Kim Yoon Shik. Apa kau seorang gadis?” Tanya Prof. Jung  sekali lagi, Yoon Hee hanya tertunduk matanya berkaca-kaca.

Sementara itu Yong Ha sedang berpikir penasaran:
“tidak mengizinkan seorang pun masuk ruang medis bahkan melarang departemen kesejahteraan untuk melihatnya. Ada apa sebenarnya?” ujar Yong Ha seolah bicara pada dirinya sendiri.

Yong Ha kemudian mendekati Jae Shin yang sedang tidur-tiduran.
“apa kau tidak penasaran dengan yang terjadi pada Daemul?” Tanya Yong Ha

 “Daemul?” Tanya Jae Shin kurang mengerti maksud Yong Ha.

Yong Ha meralatnya kalau ia sedang membicarakan Kim Yoon Shik. Yong Ha bilang kalau kedewasaan Yoon Shik diakui oleh Cho Sun sehingga tidak seharusnya ia menjadi Daemul.
“konyol”. Comment Jae Shin

“itu pendapaku karena itu sama sekali tidak cocok dengan wajah cantiknya. Daemul harus memiliki beberapa rahasia. Sebuah rahasia yang sangat berbahaya dan mengerikan yang tidak dapat diungkapkan kepada siapa pun.” Jelas Yong Ha

Sementara itu Yoon Hee berlutut pada Prof. Jung:
“maafkan saya”. Pinta Yoon Hee

“memasuki Sungkyunkwan sebagai wanita, bagaimana bisa kau masih punya nyali memohon ampunan. Persis seperti kau masuk ke Sungkyunkwan saat pertama.” Ujar Prof. Jung dengan nada tinggi

“saya ingin terus hidup. Saya … hanya ingin terus hidup untuk ibu saya dan adik saya yang sedang sakit. Saya harus mendapatkan uang. Saya pergi ke tempat ujian untuk keluarga saya, dan ternyata seperti ini.” Ujar Yoon Hee berkaca-kaca. Prof. Jung terlihat sedih dan menghela nafas.

“semua yang saya katakan benar, tolong percaya Profesor” kata Yoon Hee berkaca-kaca.

“saya tidak pernah menerima seorang wanita sebagai murid, baik yang telah saya terima penuh alasan bodoh. Menipu yang mulia melanggar protokol. Kejahatan anda dan keluarga anda sangat besar hukuman mati tidak akan terelakan.” Ujar Prof. Jung

Yoon Hee kaget mendengarnya dan terus memohon:
“keluarga saya tidak bersalah. Jika hukuman harus dijalankan maka silakan menghukum saya sendiri, tidak peduli apapun hukuman itu saya dengan senang hati menerimanya”

“semua kejahatan itu dilakukan untuk ibumu dan adikmu yang sakit, seperti yang kamu katakan, jadi mereka telah bersekongkol sehingga kau melakukan kejahatan seperti ini. Bagaimana bisa membiarkan mereka untuk terus hidup.” Ujar Prof. Jung

Yoon Hee hampir menangis mendengarnya.
“apa kau mengerti sekarang? Tidak ada yang bisa diselesaikan dengan menggunakan alasan dan menyalahkan. Kembalilah dan tunggu hukumanmu. Sebelum hukuman itu ditetapkan tidak ada yang boleh tahu tentang hal ini. Ingatlah ini satu-satunya cara agar tidak menambah hukumanmu.” Ujar Prof. Jung lagi

Yoon Hee keluar dari ruang medis dengan linglung. Ketiga temannya Won Tak dkk, menunggu diluar dan langsung bertanya bagaimana keadaan Yoon Hee. Tapi Yoon Hee tetap berlalu tanpa mempedulikan mereka. Semuanya hanya melihat kasihan.
Sementara itu di tempat latihan. Byung Chon berkata pada temannya kalau Kim Yoon Shik itu cukup aneh. Ia juga berpikir kenapa semua orang melindungi Yoon Shik. Temannya setuju kalau Soron dan Noron benar-benar bekerjasama. In So menimpali:
“pencampuran Noron dan Soron adalah yang diharapkan oleh Yang Mulia. Sepertinya sifat kecewean Kim Yoon Shik lebih kuat dari kekuatan Yang Mulia.”

In So bersiap-siap melepas panahnya secara tiba-tiba Sun Joon datang dan berkata:
“itu tindakan pengecut. Panah itu seharusnya tidak ditujukan kepada Kim Yoon Shik, tetapi untukku?”

In Soo menarik lagi panahnya dan berkata:
“itu peringatan terakhir dari saya, pindahlah ke asrama barat tempat Noron berada, kemudian saya akan memberikan jabatan wakil kepala Mahasiswa dari upacara penyambutan.”

Byung Chon merasa itu posisinya dan ingin protes pada In Soo:
“ketua itu posisi saya” tapi temennya langsung menyuruhnya diam.

“jika kau bersedia maka saya akan memberikan posisi sebagai kepala mahasiswa berikutnya”. Ujar In Soo

“jika saya menolak, apa yang akan terjadi?” Ujar Sung Joon

“karena itulah kau masih harus belajar banyak, Karena kekeras-kepalaan bodohmu itu. Kelompok anda dicampur Noron, Soron, dan Namin yang keluar dari jalur kelompok.” Ujar In Soo mulai geram

“sebuah penghapusan partai-partai apa selalu salah?” Tanya Sung Joon semakin membuat kesal

“sebuah penghapusan? Campuran dari beberapa orang tanpa membedakan partainya?” Ujar In Soo tertawa sinis

“aku tidak pernah percaya pada pendapat menjijikan seperti itu” Tambah In Soo lagi, Byung Chon dkk ikut tersenyum sinis mendengarnya.

“penghapusan itu adalah aliansi Soron dan Namin yang akan mendorong kita, Noron keluar. Itu hanya trik bodoh Yang Mulia.” Ujar In Soo seraya memegang bahu Sung Joon

In Soo melepas bahu Sung joon dan bilang kalau Sung Joon memenangkan kompetisi panahan ini di depan semua menteri istana itu berarti Sung joon mengangkat kedua tangannya dan mendukung Yang Mulia. Lalu In Soo mengambil busur dan panahnya, ia bersiap memanah dan mengarahkan panahnya ke arah Sun Joon.
“apa kau mau jadi target panah di Noron, bukan, ayahmu” Ujar In Soo menantang

“Kau benar. Apa berarti jika menang di kompetisi memanah ini. Saya benar-benar tidak terpikirkan sebelumnya. Oleh karena itu saya akan melakukannya bahkan lebih… untuk menang.” Balas Sung Joon

“apa?” Tanya In So kaget

“untuk melihat apakah strategi penghapusan Yang Mulia itu omong kosong. Atau jika anda telah dibutakan oleh kekuasaan sewenang-wenang anda. Bagaimana kita tahu jika belum mencobanya.” ujar Sung Joon

“baik, cobalah. Karena pengalaman langsung tidak akan pernah terlupakan” kata In Soo penuh kejengkelan

Sementara itu Yoon Hee langsung masuk ke ruang kelas. Ia menutup pintu kelas dan teringat semua perkataan prof. Jung beberapa saat lalu, matanya mulai berkaca-kaca lagi. Akhirnya Yoon Hee menangis juga.
Ternyata di ruang itu ada Jae Shin yang sedang tiduran dan mendengar suara tangisan. Pas dilihat ternyata Yoon Hee. Jae Shin awalnya ingin membiarkan Yoon Hee dan kembali tidur tapi akhirnya ia bangun dan Yoon Hee melihatnya langsung memalingkan wajahnya tidak ingin dilihat. Jae Shin juga gak enak dan berkata:
“itu sangat maskulin tidak membiarkan orang lain melihat air matamu.”

Yoon Hee mulai risih dan hendak pergi. Jae Shin menahannya dan memegang bahunya.
“kau bisa tinggal, aku akan yang akan pergi.” Ujar Jae Shin

Jae Shin mulai melangkahkan kakinya lalu berhenti dan bilang pada Yoon Hee agar menangis sekeras-kerasnya seperti orang dewasa. Jae Shin lalu keluar meninggalkan Yoon Hee. Yoon Hee masih menahan tangisnya dan menutup mulutnya agar tidak terdengar. Di luar Jae Shin menoleh lagi sepertinya ia mengkhawatirkan Yoon Hee.
Sementara itu In Soo CS, Byung Chon menertawakan keinginan Sung Joon dan bilang Sung Joon seperti orang bermimpi karena berharap kemenangan. Semuanya memihak dan beranggapan Sung Joon tidak akan menang walaupun ia jago melompat karena ada Ha In Soo yang hebat. Tiba-tiba ada anak panah melesat tepat di depan In Soo. Ternyata Jae Shin yang datang dan menghampiri In Soo.
“bagaimana perasaanmu?” Tanya Jae Shin dengan gaya cueknya

“apa yang kau lakukan?”. Tegur In Soo masih Shock

“santai menjadikan nyawa orang sebagai lelucon. Bagaimana rasanya jadi korban?” Ujar Jae Shin

lalu Jae Shin menoel-noel kepala In Soo
“lebih baik kau ingat dengan baik” Ujar Jae Shin membuta In So marah dan memegang tangan Jae Shin.

“jika tidak lain kali aku akan menembakkannya di sini sebagai gantinya.” Ujar Jae Shin serius seraya menunjuk dada In Soo.

Jae Shin selesai dengan ancamannya dan pergi. Temannya In Soo ada yang ingin mengejarnya tapi In Soo menahannya dan membiarkan Jae Shin pergi.

Sementara itu di toko buku, Hyo Eun sedang melihat-lihat buku. “karena takut kakakku marah, tuan muda itu tidak mencariku lagi sejak hari itu. Dia mungkin sangat merindukanku sampai akan gila.” Ujar Hyo Eun

Pelayannya bilang agar Hyo Eun melupakan orang itu, jika dia takut pada saudaranya maka ia berarti pengecut. Hyo Eun marah sama pelayannya dan bilang kalau tuan muda itu takut kemarahan kakaknya akan dilampiaskan pada dirinya jadi tuan muda itu bertindak hati-hati. Pelayannya mau protes lagi tapi Hyo Eun keburu marah dan berkata:
“apa kau tahu artinya cinta?”

Hyo Eun membawa beberapa buku ke meja Hwang. Hwang menyelipkan sebuah buku di atas buku yang dipilih Hyo Eun. Hyo Eun melihatnya dan bilang itu bukan buku yang ia pilih. Hwang bilang itu hadiah kepada pelanggan setia. Buku itu roman percintaan yang menguras air mata. Hyo Eun antusias mendengar cerita Hwang. Hwang melanjutkan Kisah cinta antara seorang anak pejabat tinggi dengan seorang gadis pelayan. Tetapi pada akhirnya mereka menemukan fakta kalau mereka saudara kandung, dan gadis itu menderita penyakit yang tidak ada penyembuhnya. Hyo Eun penasaran dan bertanya apa mereka hidup bahagia? Hwang bingung jawabnya mereka memang saling mengasihi tapi mereka tidak bisa menikah jadi bisa dikatakan tidak juga. Hyo Eun kesal mendengarnya dan bilang kalau penulis cerita itu sangat kejam karena membiarkan tokohnya hidup menderita.
Hyo Eun mau melangkah pergi tapi ia ingat sesuatu dan berbalik. Hyo Eun tanya ke Hwang tentang surat cintanya apa sudah ada kabar dari orang itu. Hwang yang menyebutnya penulis terbaik di SKK. Hwang tersenyum dan bilang kalau saat ini di SKK sedang ada kekacauan besar. Hyo Eun kaget dan tanya ada apa di SKK? Hwang memperagakan memanah dan bilang karena ada kompetisi memanah.
“kompetisi memanah?” Tanya Hyo Eun bingung

Sung Joon masuk ke perpustakaan dan mencari Yoon Hee tapi tidak menemukannya di sana. Saat menuju kamarnya ia melihat mahasiswa yang sedang belajar dan menyangka itu Yoon Hee dan berdehem dan mahasiswa itu berbalik ternyata bukan Yoon Hee. Sung Joon terlihat kecewa dan masuk ke dalam kamarnya dan hanya melihat Jae Shin yang sedang tiduran sambil melempar bola kertas. Sung Joon langsung keluar dan mencari Yoon Hee. Jae Shin kayaknya tahu kalo Sung Joon mencari Yoon Hee.
Sung Joopun pergi keluar dan ia mau ke ruang kelas ternyata Yoon Hee keluar. Matanya masih terlihat berkaca-kaca. Yoon Hee melihat Sung Joon dan tetap berlalu sampai Sung Joon dulu yang menyapa Yoon Hee.
“apa kau baik-baik saja?” tanya Sun Joon khawatir.

Yoon Hee berhenti tanpa menoleh.
“apa badanmu tidak apa-apa?” Ujar Sun Joon berbalik dan melihat Yoon Hee dari belakang. Yoon Hee hanya menganggukkan kepala dan pergi meninggalkan Sung Joon

Sementara itu prof. Jung keluar dari ruang medis, danYong Ha sudah menunggu dan menyodorkan buku kesehatan dan bertanya apa penyakitnya Kim Yoon Shik? Yong Ha memberi hormat pada Prof. Jung dan tanya penyakit apa yang membutuhkan masa tenang pemulihan. Yong Ha terus bertanya kalau pada buku kesehatan itu juga tidak dicantumkan penyakit dan spesialisasi organ tubuh yang sakit. Obat pun tidak ditulis. Yong Ha juga tanya Prof. Jung bahkan tidak meninggalkan catatan denyut nadi. Kenapa begitu?
Prof. Jung hanya tersenyum dan bilang cukup menarik dan meminta Yong Ha melanjutkan analisisnya. Yong Ha menyebutkan kelalaian Prof. Jung sebagai kesalahan. Serta tidak ditulisnya kondisi Kim Yoon Shik di buku catatan medis karena Kim Yoon Shik memiliki penyakit yang tidak dapat disembuhkan atau karena dia memiliki tubuh yang seharusnya tidak boleh ada di Sungkyunkwan. Yong Ha bilang kalau ia hanyalah mahasiswa yang memiliki rasa ingin tahu yang besar. Prof. Jung tersenyum dan bilang kalau catatan medis mahasiswa adalah rahasia. Tidak seorang mahasiswa pun yang bisa mengaksesnya Tetapi jika bocor maka orang itu akan menerima hukuman cambuk 10 kali dengan kulit yang terbuka.
Yong Ha tersenyum dan langsung ciut. Prof. Jung melihat ke kanan dan kiri lalu tersenyum:
“guru yang menutupi kesalahan muridnya.”

Yong Ha tersenyum lega dan membungkuk dan memberikan buku catatan medis itu pada Prof Jung.

Rapat dewan istana, dalam rapat menteri perang Ha mengajukan petisi agar kompetisi memanah di hilangkan sesuai pilihan Kakek Raja, Raja Yeong Jo. Semua menteri memohon pada Raja agar kembali ke jalan semula. Raja tersenyum dan berkata ke menteri Ha:
“walaupun orang tua menganggap anak mereka yang meninggal sebelum mereka telah berdosa menguburnya jauh di dalam hati, tetapi anak - anak mencari jejak orangtuanya meninggal. Itulah yang namanya cara hidup.

Raja menanyakan pendapat menteri kehakiman. Menteri kehakiman membenarkan ucapan Raja seraya melihat menteri tertinggi Lee, sehingga menteri pertahanan bilang sejujurnya ia tidak tahu apa hubungan kompetisi memanah dengan cara hidup.
“kompetisi panahan adalah kepentingan bersama ayah saya dan para Profesor Sungkyunkwan saat beliau masih hidup. Semua orang bisa menganggapnya sebagai kerinduan anak laki-laki terhadap ayahnya. Tapi saya sebagai Raja negeri ini saya dapat membuat keputusan besar tersebut.” Ujar Raja menjelaskan dan membuat semua menteri tak berkutik.

Menteri Lee dan menteri Ha bertemu membicarakan sesuatu. Menteri Lee berkata Raja sudah tidak menunjukkan lagi kemarahannya seperti saat menjadi putra mahkota. Menteri Ha menuangkan minuman sambil berkata:
“Raja sudah semakin tua sehingga hatinya sudah agak melembut.”

Menteri Lee memberikan catatan pertemuan Yang Mulia. Menteri Ha menerimanya dan kaget membacanya Jung Yak Yong.
pertama ia mengirim Prof. Jung ke Sungkyunkwan dan sekarang kompetisi memanah untuk mengingat ayahnya. Raja selalu memberi perintah rahasia kepada Prof. Jung setiap hari. Aku bodoh, prof. Jung tidak diturunkan dari jabatannya.” Ujar Mentri Lee, Menteri Ha terlihat berpikir sesuatu.

Prof. Jung mengunjungi makam profesor terdahulu. Ia menyentuh papan nisan gurunya. Prof. Jung:
“anda akan mengorbankan hidup anda untuk kebenaran. Saya masih mengikuti jalan panjang yang anda pilih guru.”
Prof. Jung terlihat bersedih. Prof. Jung keluar dan mulai berpikir. “insiden Geum Deung Ji Sa dan situasi Yoon Hee anak guru. Keduanya merupakan tugas berat untuk saya pecahkan. Guru …”

Prof. Jung teringat kejadian masa lalu saat ia berkunjung ke rumah gurunya. Ia melihat seorang gadis cilik sedang belajar di luar menulis pelajaran. Saat didekati anak itu menyuruhnya diam karena ia sedang belajar. Prof bertanya siapa nama gadis kecil itu, lalu tiba-tiba ibunya datang dan memarahinya. Saat mau dipukul Yoon Hee kecil berlindung di belakang Prof. Jung. Setelah ibunya pergi Yoon Hee menyebutkan namanya. Kim Yoon Hee. Prof. Jung senang mendengarnya.
Prof. Jung mendatangi kamar Yoon Hee dan menatapnya dengan sedih. Sementara itu di dalam Yoon Hee tidak bisa tidur. Ternyata bukan hanya Yoon Hee yang tidak bisa tidur. Jae Shin dan Sung Joon juga. Keduanya mengkhawatirkan kondisi Yoon Hee yang jadi pemurung.
Di rumah Yoon Hee. Ibu melipat kain dengan suka cita. Yoon Shik yang sedang membaca buku menyuruh ibunya istirahat sebelum melanjutkan. Yoon Shik juga bilang ia berterimakasih pada kakaknya karena tidak perlu memikirkan biaya berobat lagi. Ibu sedih karena selama ini tidak memberikan pakaian yang bagus untuk Yoon Hee. Saat Yoon Hee remaja ia hanya memakai baju biasa. Yoon Shik menggeser mejanya ke tembok dan menghampiri ibunya. Yoon Shik menyentuh kain itu dan bilang warnanya sangat indah, kakak pasti akan terlihat cantik memakainya. Ibu tersenyum . Yoon Shik dalam hatinya pasti ngerasa sedih.
Raja melihat daftar nama dan tanya ke Prof. Jung apa pemuda cantik Kim Yoon Shik itu adalah putra Prof. Kim Sheon Eon? Prof. Jung ragu menjawabnya tapi akhirnya membenarkan. Raja kelihatan senang dan bilang kalau ia sudah merasakan kekuatan yang terpancar dari wajah tampannya. Ternyata keturunan tidak bisa dibodohi. Raja ingin menemui Kim Yoon Shik. Prof. Jung kaget dan berusaha menghalangi. Raja ingin Kim Yoon Shik meneruskan pencarian Geum Deung Ji Sa.
Prof. Jung mencegah dan bilang kalau Yoon Shik hanya sarjana muda yang belum tahu apa-apa. Raja masih berkeras kalau ada Prof. Jung di sampingnya maka itu semua mungkin. Prof. Jung tetap nggak setuju karena Kim Yoon Shik sama sekali belum tahu materi ayahnya.
Raja bangkit dan tanya kalau selama ini Prof. Jung tidak pernah membantah apa yang dikatakannya. Jadi karena ini nasihat dari Prof. Jung maka Raja tidak akan bertanya apa alasannya. Raja lalu tersenyum dan bilang menunggu kompetisi memanah akan semakin sulit. Prof. Jung tersenyum lega sementara Raja tertawa senang.
Sung Joon menyodorkan busur kepada Yoon Hee. Sung Joon bilang jika Yoon Hee mau latihan maka cepatlah karena kompetisi memanah sebentar lagi. Ketiga temannya Won Tak dkk mencegahnya dan bilang kalau Yoon Hee masih sakit. Sung Joon bilang Prof. Jung tidak akan membiarkan pasien yang masih sakit keluar dari ruang medis, benar kan? Yoon Hee teringat perkataan Prof. Jung lagi, Yoon Hee langsung bilang iya ia akan melakukan latihan memanah. Semua temannya kaget.
Yoon Hee latihan memanah. Ia menjatuhkan anak panahnya sebelum menembakkannya. Setiap kali terjatuh Sung Joon lansung berteriak
“lakukan lagi”  terus berulang setiap kali Yoon Hee gagal melepaskan atau menjatuhkna anak panah.

Yoon Hee terus mencoba sampai tangannya luka. Matanya mulai berkaca-kaca tapi kemudian ia ingat saat Raja menyuruhnya masuk ke SKK dan saat adiknya memberikan papan namanya dan menyuruhnya hidup dengan baik dengan namanya. Saat Yong Ha mengumumkan dirinya diterima di SKK dan memberikan seragam SKK, saat kuliah perdananya sampai saat ia ketahuan oleh Prof. Jung. Tapi Yoon Hee terus mencoba lagi. Semua orang yang melihat mereka pasti berpikir Sung Joon sangat kejam. Hae Won malah berpikir Sung Joon sangat ingin menang dengan suara bulat untuk menunjukkannya pada Raja. Sementara itu Jae Shin yang lagi tiduran di atas pohon juga terganggu dengan teriakan Sung Joon yang seolah tengah menyiksa Yoon Hee.
          Sementara Ha In Soo sedang membersihkan busurnya bersama CS. Byung Chon tertawa senang karena Geol Oh mengundurkan diri saat kompetisi panahan yang lalu. Sementara Kim Yoon Shik sedang belajar menggunakan tangan kanannya. Ha In Soo tidak puas dan ingin Sung Joon yang merasakan kesulitan dengan bandannya sendiri. Lalu ia meminta Byung Chon menjalankan rencananya.
Kepala pejabat SKK mempersiapkan segala hal untuk menyambut yang Mulia di kompetisi memanah. Sampai jalan yang dilewati disapu bersih karena jalan itu akan dilewati Baginda. Saat kursi tempat duduk baginda dibawa dan mau jatuh kepala pejabat SKK langsung berlari menyelamatkan kursi itu dan berteriak Yang Mulia akan duduk di kursi ini. Sampai peralatan makannya pun dibersihkan, bahkan setitik bubuk cabe pun tidak boleh ada di sana.
Lalu kepala pejabat masuk ruangannya dan bersorak girang karena pada hari itu Baginda akan ke Sungkyunkwan berarti beliau akan melihatnya, lalu ada petugas datang mengingatkannya kalau mereka harus bersiap-siap untuk pesta. Pejabat Choi langsung teringat sesuatu. Ternyata pejabat Choi sedang menyeleksi gisaeng yang akan menghibur mereka saat kompetisi. Gisaeng berdatangan dan langsung diseleksi olehnya. Ada yang berdasarkan kecantikan dan bakat. Tapi ada juga yang lulus karena sogokan, lalu datang gisaeng Cho Sun. pejabat Choi langsung terpana dan meluluskannya. Cho Sun mengatakan ia datang ke SKK membawa anak buahnya untuk melihat pertandingan ini. Pejabat Choi kaget kalau Cho Sun datang sendiri ke SKK secara pribadi. Cho Sun membenarkan karena kompetisi di SKK ia ingin melihatnya apalagi Raja akan hadir juga. Pejabat Choi bilang acara ini khusus diminta Yang Mulia.

Cho Sun sedang diukur untuk dibuatkan baju. Ia pun memilih sendiri aksesoris yang akan ia kenakan. Cho Sun tampak senang dan tersenyum. Anak buahnya khawatir Cho Sun jatuh terlalu dalam karena seorang pelajar cantik. Anak buahnya memandangi Cho Sun yang sedang mencoba bedaknya. Gisaeng itu bilang itu karena dendam, Cho Sun ingin menang. Sejak saat upacara penyambutan, mahasiswa itu tidak pernah datang lagi. Gisaeng satunya lagi bilang Cho Sun belum pernah merasakan hal seperti itu sebelumnya.
Diwaktu yang bersamaan Yoon Hee masih berusaha latihan memanah. Ia berusaha menarik busurnya dengan kuat saking kuatnya melukai pipinya. Akhirnya Yoon Hee menitikkan air mata dan bilang ia ingin menyerah.
“kau bahkan belum memulainya”. Ujar Sung Joon

“aku muak dan aku tidak ingin berlatih lagi”. Ujar Yoon Hee mulai menyerah dengan tekadnya

“bagaimana kau bisa bilang kau sakit? Kim Yoon Shik, kau bahkan belum pernah memegang busurmu dengan benar.” Ujar Sung Joon tidka terima ucapan Yoon Hee yang gampang menyerah

Yoon Hee memandang Sung Joon dengan kesal. Sung Joon berpikir pikiran Yoon Hee kacau karena kasus penembakan tempo hari. Sung Joon meminta Yoon Hee untuk menghadapi lawannya jangan menghindar ketakutan.
“Hey Noron” Ujar Jae Shin yang tidak tahan melihat latihan Yoon Hee dan Sung Joon

Sun Joon dan Yoon Hee menoleh kearah Jae Shin.
“apa diotakmu cuma ada pikiran menang mendapatkan pengakuan Raja? apa tidak ada pikiran lain diotakmu selain kekuasaan, menjadi pejabat? Kau benar-benar seorang Noron.” Ujar Jae Shin lagi

“senior!”. Ujar Sung Joon seolah tidka terima ucapan Jae Shin padanya

“dia hampir tertembak panah di otaknya. Tidak bisakah kau melihatnya masih trauma karena kejadian itu?” Ujar Jae Shin seraya menarik tangan Yoon Hee tapi langsung dihalangi Sung Joon.

“jika dia pergi karena takut ia tidak akan mengambil busur dan anak panah lagi.” Ujar Sung Joon

Jae Shin kesal melihat Sung Joon. Ternyata Byung Chon dan temannya sedang mengamati mereka dan tersenyum senang.
“dengan penjelasan dan alasan tidak akan berubah” Ujar Sung Joon bertahan dengan pendapatnya

Yoon Hee tersinggung dan langsung melepaskan tangannya. Jae Shin menatap Yoon Hee kasihan. Yoon Hee melihat Sung Joon dengan kesal.
“jangan mengatakannya begitu ringan di depan saya, karena bagi saya itu benar-benar nyata. Ketika kau bermain santai dengan busur dan anak panah, saya sedang sibuk menafkahi keluarga saya. Itulah mengapa saya tidak pernah menyentuh busur. Apa perlu saya jelaskan untuk anda Lee Sung Joon saya seorang Namin tanpa latar belakang yang dapat berbicara tentang harapan. Saya bahkan tidak tahu seperti apa ayah saya, karena saya Kim Yoon Shik.” Ujar Yoon Hee seolah mengeluarkan segala kekeksalannya pada Sung Joon

“itulah sebabnya aku ingin kau ambil kesempatan ini. Aku dengar jika menang dalam turnamen ini akan memiliki banyak kesempatan untuk menjadi pejabat resmi.” Ujar Sung Joon masih tak mau mengalah

“jadi… kau mengatakan kalau ini semua untuk kebaikan saya. Apa kau tahu semua yang saya alami sekarang ini karena kamu. Kau berpikir  kenyataannya kau bahkan tidak mengenal dunia yang nyata ini. Seperti tuan muda yang terlindungi. Untuk membiarkan saya menjadi seorang pejabat, untuk mengambil kesempatan ini. Untuk anda ini adalah kesempatan yang logis tapi bagi saya ini adalah hal yang mustahil bahkan jika saya pergi melalui gunung atau air terjun. Itu semua mukjizat. Apa kau mendapatkan itu?” Ujar Yoon Hee dan memmbuat Sung Joon hanya terdiam melihatnya.

“jangan bertindak seolah kamu tahu segalanya di depanku karena itu akan membuatku ingin membunuhmu.” Ujar Yoon Hee lagi dan pergi meninggalkan Sun Joon. Sun Joon mengejar Yoon Hee. Jae Shin terdiam

Saat mau mengejar Yoon Hee ada orang yang memotong tali pengikat bambu tepat saat Sung Joon lewat sehingga tongkat – tongkat bambu langsung jatuh menimpa Sung Joon. Semuanya kaget melihat Sung Joon. Yoon Hee langsung berbalik dan terkejut melihat Sung Joon terkapar.
Sug Joon dibawa ke ruang medis. Prof. Jung mengobatinya dan membalut lukanya. Prof. Jung bilang Sung Joon tidak mengalami patah tulang tapi untuk kompetisi panahan….. pejabat Choi langsung masuk dan histeris melihat kondisi Sung Joon. Prof. Choi malah bilang jika saja ia bisa meminjamkan bahunya untuk Sung Joon.
Ternyata Won Tak dkk menguping dari luar. Yoon Hee juga terlihat cemas. Prof. Choi teriak kalau sup yang dimasak harus tulang sapi. Prof. Jung membantu Sung Joon memakai baju. Sung Joon tanya pada Prof. Jung apa ia bisa ikut kompetisi panahan. Prof. Choi mengatakan itu bisa diatur ia akan membuat Sung Joon otomatis menang dan langsung menuju ke final. Prof. Jung bilang kompetisi panahan bisa jadi masalah buat Sung Joon.  Prof. Choi bingung dan tanya ke Sung Joon apa ada seseorang yang punya dendam padanya yang ingin melukainya? Sung Joon hanya diam.
Yoon Hee, Won Tak, dkk sedang berendam kaki. Hae Won bilang kalau yang punya dendam pada Sung Joon lebih dari satu apalagi saat melihat perlakuan Sun Joon pada Daemul, ia saja ingin membunuh Sun Joon. Yoon Hee terlihat sedih mendengarnya. Hae Woon langsung diketok kepalanya dan menutup mulutnya saat melihat Yoon Hee tambah sedih. Hae Woon hanya penasaran ingin tahu siapa pelakunya. Yoon Hee lalu menenangkan diri dengan merendam wajahnya di bak.
Yong Ha sedang bersama In Soo dkk.
“kau pikir aku Ha In Soo menggunakan cara licik karena takut Sung Joon akan mengalahkanku di kompetisi panahan. Apa itu benar?” Ujar In Soo dan Yong Ha melihat-lihat busur sambil berkata:

“yangku katakan mungkin semua orang akan mencurigai anda.”

“mereka tidak punya nyali menggunakan cara licik seperti itu, aku juga bukan orang bodoh. Jika aku benar-benar menginginkan Lee Sung Joon aku tidak akan menunggu sampai sekarang. Akulah ketua mahasiswa SKK. Apa kau berpikir ia cukup baik untuk menjadi lawan saya? Aku bisa menghapus namanya dari daftar sekolah dan aku bisa menyiksa dia sampai setengah mati”. Ujar In Soo

“ah, jadi menakutkan”. Yong Ha tersenyum

“yang saya inginkan adalah Sung Joon datang secara sukarela. Aku udah memberinya kesempatan untuk datang ke sisiku.” Ujar In Soo lagi

Sementara itu Sung Joon sedang duduk termenung, Won Tak dkk mengintip Sung Joon dan mengatakan Sung Joon orang aneh, ambisius. Ternyata Sung Joon tetap memutuskan untuk ikut serta dalam kompetisi panahan. Pelayannya Don Sol sudah melarang dan memintanya pulang. Sung Joon tetap berkeras lalu dilihatnya Yoon Hee datang.
Sung Joon mengambil busurnya dan mendekati Yoon Hee. Sung Joon menarik busurnya dengan tangan kirinya.
“saat ini lengan kiri saya memegang busur untuk pertama kalinya seperti kau Kim Yoon Shik. Dengan lengan kiri ini aku akan mendapatkan sebuah molgi”. Ujar Sung Joon


Hae Won yang mendengar bertanya:
“apa itu molgi?”

“molgi itu menembakkan 5 panah berturut-turut ke pusat papan sasaran. Keterampilan tingkat tinggi.” Jawab Won Tak sekenanya

Hae Won berkata Sung Joon terluka tapi masih ingin berbuat itu. Mereka beranggapan keinginan Sun Joon itu adalah suatu keajaiban.
“jika butuh keajaiban maka biar aku yang melakukannya. Jika berhasil kau Kim Yoon Shik harus mencoba lagi. Aku ingin masuk dalam kompetisi panahan itu jadi aku perlu kau.” Ujar Sung Joon lalu pergi meninggalkan Yoon Hee yang masih bingung. Tidak lupa Don Sol mengikuti tuan mudanya dari belakang. Yoon Hee melihat Sung Joon pergi.

Hyo Eun mendengar kabar kalau Sung Joon terluka karena terkena tembakan panah. Pelayannya bilang bukan seperti itu. Sung Joon tertimpa kayu-kayu yang lepas ikatannya dan terluka bukan dipanah. Hyo Eun panik dan segera keluar.
Sementara itu menteri Ha masih berpikir kalau Yang Mulia mengirim Jung Yak Yong ke Sungkyunkwan tapi untuk apa? Apa Yang Mulia sedang memberi misi rahasia pada Jung Yak Yong? apa itu? Menteri Ha tampak berpikir tapi ia belum menemukan jawabannya. Saat berbalik Hyo Eun telah berdiri dihadapnnya.
Hyo Eun ingin pergi ke Sungkyunkwan. Ucapan Hyo Eun  membuat Ayahnya kaget. Hyo Eun bilang kakak adalah ketua mahasiswa SKK bagaimana bisa mereka berdiam seperti ini. Mereka harusnya membuatkan snack untuk para mahasiswa yang sedang mempersiapkan kompetisi panahan.
Menteri Ha pusing dan bilang ia sedang banyak pikiran jadi jangan diganggu.
“ayah serahkan semuanya padaku.” Ujar Hyo Eunmulai merajuk

Ayahnya bilang SKK bukanlah tempat untuk Hyo Eun bermain-main, ia tidak bisa ke sana sendirian. Hyo Eun ngambek dan marah lalu mau pergi tapi ayahnya bilang agar ia yang mempersiapkan segalanya, Hyo Eun berubah senang dan mendekati ayahnya. Ayahnya bilang menjadi keluarga dari ketua mahasiswa seharusnya sedikit belas kasihan. Hyo Eun mengiyakannya.
Sementara itu Sung Joon terus berlatih memanah. Ia terus berlatih tanpa mempedulikan rasa sakit tangannya. Pertama-tama ia ditertawakan Won Tak dkk karena panahnya sama sekali tidak melesat. Tapi melihat kegigihan Sung Joon, Won Tak dkk mulai mendukungnya. Sung Joon terus latihan. Saat di ruang kelas pun ia tetap melatih lengan kirinya. Yoon Hee melihat Sung Joon berlatih di kelas. Sung Joon berlatih hingga malam. Akhirnya ia dapat menembakkan panahnya ke papan sasaran walau belum mengenai titik pusatnya. Won Tak dkk yang melihatnya memberikan tepuk tangan.
Ha In Soo CS yang melihat kemajuan Sung Joon mulai terlihat cemas. Moon Jae Shin ada di sekitar arena latihan dan mendengar tepukan tangan untuk Sung Joon. Ia senang juga mendengarnya. Sambil tiduran ia membuat cincin busur dari kayu. Yoon Hee juga melihat Sung Joon latihan dari jauh.
In Soo latihan memanah. Yong Ha datang dan bertepuk tangan untuk keberhasilan In Soo menembakkan panah tepat sasaran. Yong Ha memuji In Soo mengagumkan dan sepertinya harapan In Soo terkabul memiliki lawan yang pantas dari Sung Joon. Yong Ha mengira In Soo akan senang tapi melihat ekspresi In Soo membuat Yong Ha aneh. Yong Ha bilang kalau In Soo tidak perlu khawatir Sung Joon bukan lawan yang tangguh karena Geol Oh tidak akan membantunya dalam kompetisi.
In Soo malah bilang itu yang membuatnya marah kenapa berjuang begitu keras jika tahu akan kehilangan. Orang-orang bodoh itu sangat merusak pemandangan. In Soo melepas panahnya dan tepat sasaran lagi. Yong Ha bertepuk tangan.
Sung Joon masih terus latihan memanah sampai petugas datang dan menyuruhnya istirahat. Kepala Universitas bahkan menyuruh memadamkan lampu karena Sun Joon hanya akan berhenti latihan jika lampu dipadamkan. Tapi Sun Joon tidak mengindahkannya dan terus saja berlatih.
Sementara itu para Soron sedang berkumpul. Mereka membicarakan kalau Sun Joon tetap ingin memegang busur di depan Yang Mulia. Seorang Noron yang berlaku seperti Noron. Tapi mengapa mereka Soron juga harus ikut serta. Salah satu dari mereka bahkan bilang apa perlu kakinya yang dipatahkan. Ternyata Jae Shin yang diatas pohon mendengar mereka dan marah. Jae Shin langsung turun dan bertanya jadi mereka yang melakukan itu pada Sun Joon. Para Mahasiswa Soron mundur ke belakang ketakutan. Mereka meminta Jae Shin menjaga rahasia ini, karena Jae Shin juga Soron. Jae Shin muak dan memukul mereka.
“kalian ingin aku tutup mulut? Apa kalian juga tidak punya malu?”. Ujar Moon Jae Shin membuatnya semakin ketakutan

“Moon Jae Shin!”. Jae Shin” Ujar salah satu Soron

“jika kalian ucapkan kata lain aku pastikan kalian tidak akan membuka mulut kalian lagi.” Ujar Jae Shin melengos pergi.

Sung Joon dalam keadaan gelap masih berusaha latihan memanah. Yoon Hee melihatnya khawatir. Tiba-tiba ada yang menembakkan api sehingga arena latihan terang. Ternyata Moon Jae Shin yang melakukannya. Sung Joon makin semangat latihan dan terus menembakkan panahnya. Yoon Hee yang melihatnya dari jauh kembali teringat perkataan Sung Joon tadi pagi tentang mukjizat.
“apa yang sedang kau pikirkan Daemul?” Tanya Yong Ha

“senior mengapa kau ingin tinggal di Sungkyunkwan?” Tanya Yoon Hee seraya berbalik menghadap Yong Ha

Yong Ha mulai berpikir dan tersenyum
“aku… bagiku ini untuk melawan masyarakat Joseon yang membosankan, dan standar status yang menggelikan.” Jawab Yong Ha
“Ah.. tidak ada pilihan, jika saya tidak menjadi pejabat maka saya tidak akan dapat memiliki selir. Itu sebabnya aku harus mentolerir kehidupan ini.” Tambah Yong Ha

Yoon Hee pun pergi ke kamarnya. Yong Ha melihatnya lalu melihat Sung Joon dan tersenyum. Yoon Hee mengepak barangnya sepertinya ia sudah bertekad pergi meninggalkan SKK. Ia melihat kamarnya dan menyentuh seragamnya dengan sedih.
Yoon Hee bertanya pada petugas apa mereka melihat Prof. Jung. Petugas mengatakan Prof. Jung sedang ada diruang obat dan meminta Yoon Hee menunggu di sana. Yoon Hee menunggu dan melihat buku. Ia tertarik dan membuka buku itu. Lalu datang Prof. Yoo menodongnya dengan pertanyaan:
“Yuk Song Ki Eu Ja” (sebuah kumpulan kesusastraan).

Awalnya Yoon Hee kaget tiba-tiba ditodong dari belakang. Prof. Yoo mengulangi pertanyaannya:
Yuk Song Ki Eu Ja, baris berikutnya!”

“itu Song Chi Ki Ji” Jawab Yoon Hee

apa artinya?”.

Jika Anda ingin pikiran dan motif untuk jujur, maka Anda harus terlebih dahulu mencapai pengetahuan. Ini adalah penjelasan untuk "Mencari kebenaran melalui studi" Jawab Yoon Hee

“Kim Yoon Shik kau lulus.” Ujar Prof. Yoo dan membuat Yoon Hee bingung

Prof. Yoo menuju kursinya dan bilang dalam ujian kali ini kau lulus.
“kau dapat menjelaskan dirimu sendiri dengan lancar, lulus. Kau juga belajar dengan tulus, lulus juga.” Jelas Prof. Yoo

“bagaimana kau bisa tahu namaku?” Tanya Yoon Hee masih bingung

Prof. Yoo menjawab semua ada di buku panduan. Ada beberapa catatan yang memang harus dicatat. Prof. Yoo juga menyuruh Yoon Hee mengambil buku yang tadi ia pegang. Prof. Yoo bilang buku itu ia dapat dari gurunya saat ia pertama kali masuk SKK Yoon Hee merasa ia tidak pantas menerima hadiah berharga itu. Prof .Yoo bilang nanti Yoon Hee bisa memberikan buku itu kepada mahasiswa lain yang berpengetahuan. Yoon Hee senang menerimanya. Lalu ada suara panggilan teman-temannya. Prof. Yoo menyuruhnya segera keluar menemui temannya. Yoon Hee keluar yang langsung ditarik ama Won Tak dkk. Ternyata Yoon Hee dibawa ke arena latihan. Sung Joon masih terus latihan dibawah hujan deras. Pelayannya sudah memohon untuk berhenti tapi ia tetap saja memanah.
Pelayan Sung Joon memohon pada Yoon Hee untuk membujuk tuan mudanya yang keras kepala. Akhirnya Yoon Hee menyerahkan bukunya pada temannya dan menghampiri Sung Joon.
apa yang coba kau lakukan? Dalam hujan ini, terlebih lagi kau terluka” Ujar Yoon Hee

“aku sudah jelas mengatakannya padamu, jika kau membutuhkan keajaiban maka biarkan aku melakukan satu untul dilihatkan padamu.” Jawab Sung Joon

“aku juga sudah mengatakannya dengan jelas jangan mencampuri urusan saya. Mengapa? Mengapa kau lakukan ini padaku?” Tanya Yoon Hee lagi

“lihat kemari. Sebagai anak dari keluarga Noron, target ejekanmu. Hidupku tidak terlalu besar kelihatannya. Di dunia ini setiap orang tidak dapat memilih orang tua mereka sendiri, tidak dapat memilih kelahiran mereka. Satu-satunya pilihan adalah memilih bagaimana menjalankannya. Itulah satu-satunya. Kau berpikir kau seorang Namin yang kesepian, bagaimana dunia memperlakukanmu sangat tidak adil. Kau ingin mengeluh tentang itu kan? Tapi jika kau terus mengasihani dirimu dan menyalahkan langit dan lainnya”. Ujar Sung Joon berusaha membuat Yoon Hee mengerti

“Kau berpikir kalau aku baik?” Tanya Yoon Hee, dan Sung Joon membenarkannya.

“salah satu yang membuat kau terperangkap adalah masyarakat yang tercela. Jika kau ingin membebaskan diri. Itu terserah kau. Selama kau manusia kau harus menghadapi papan targetmu sendiri. Sebelum kau selesai menembaki mereka semua tidak mengizinkannya pergi. Yang terpenting Kim Yoon Shik, sebuah panah bengkok tidak akan dapat mencapai target tersebut.” Ujar Sung Joon lalu pergi meninggalkan Yoon Hee. Saat pergi ia berpapasan dengan Jae Shin. Jae Shin melihat Yoon Hee dan menghampirinya.

“hey Daemul, kau disiksa seperti ini olehnya saya merasa puas. Di masa depan, apakah orang itu atau orang lain selama mereka menunjuk ke arahmu maka kau harus membuat mereka merasakan rasa sebesar kepalan tanganmu.” Ujar Jae Shin sambil menarik tangan Yoon Hee dan mengepalkannya. Setelah dilepas ternyata Jae Shin memakaikan cincin busur buatannya. Yoon Hee terkejut sekaligus senang.

Jae Shin bilang sekarang tidak akan terasa sakit lagi. Lalu Jae Shin memperagakan cara memanah, dan seolah-olah mereka menarik busur dan melepaskannya, lalu Yoon Hee terkejut melihat panah yang menancap di tengah papan sasaran. Ternyata Sung Joon berhasil melakukan molgi. Yoon Hee lantas bergegas pergi ke suatu tempat meninggalkan Jae Shin yang memanggilnya.
Yoon Hee berlari menuju ruang medis. Ia melihat cincin kayu pemberian Jae Shin dan terus berlari. Sesampainya di sana ia menemui Prof. Jung dan bilang ia tidak bisa pergi dari Sung Kyun Kwan. Gurunya kaget. Yoon Hee bilang gurunya tidak bisa menyuruhnya pergi dari sini karena walaupun nama Kim Yoon Shik bukan miliknya. Tapi Raja telah menandatangi jawaban yang ditulis oleh dirinya. Selain itu yang menyuruhnya masuk Sung Kyun Kwan adalah Raja sendiri kenapa ia yang disalahkan. Prof. Jung marah karena Yoon Hee berani membawa nama baginda.
“saya hanya ingin tahu apa yang saya lakukan salah? Anda mengatakan bahwa pengetahuan dipelajari untuk kepentingan rakyat. Wanita, apa mereka bukan rakyat?” Tantang Yoon Hee

“pengetahuan yang dimaksud tidak cukup dengan pemikiran dan membaca. Sungkyunkwan adalah tempat para pria calon pejabat masa depan. Hal yang mustahil bagi seorang wanita.” Ujar Prof. Jung

Yoon Hee menitikkan air mata dan berkata:
“apa karena pria dan wanita itu berbeda?” dan Prof. Jung mengiyakannya pertanyaannya.

“kemudian jika tidak ada perbedaan, lalu apa? Sebagai seorang wanita jika saya tidak berbeda dari seluruh mahasiswa, bagaimaan jika begitu?” Tanya Yoon Hee tak puas

“apa?”. Prof jung kaget

“Profesor anda mengatakan ilmu yang ada untuk ditanyakan, anda mempertanyakan logika yang mereka ambil untuk dunia ini ,kan?” UJar Yoon Hee.

“apa yang sedang kau coba katakan?” Tanya Prof Jung

“berikan saya satu kesempatan. Ini pertama kalinya dalam hidup saya tahu tentang arti pengetahuan.” Ujar Yoon Hee seraya berlutut dihadapan Prof. Jung.

Yoon Hee teringat saat Prof. Jung memberikan kuliah perdana:
 “ini pertama kalinya saya bertemu seseorang yang menghargai bakat saya” Ujar Yoon Hee teringat pertemuannya dengan Sung Joon.
“ini juga pertama kalinya dalam hidup saya bertemu seseorang yang menyanyangi saya.” Yoon Hee teringat Jae Shin yang memberikan cincin kayu.
“tolong beri saya satu kesempatan lagi. Berikan saya pertanyaan tentang dunia ini. Sebuah kesempatan untuk bermimpi tentang sebuah dunia baru. Tolong beri saya 1 kesempatan lagi.” Pinta Yoon Hee.


Bonus Pict:
"Jangan mencariku Yoon Hee, aku tahu kalau kau menyamar selama ini"

"Ayo kita bersihkan dulu hidungmu.. akumembawa pembersih khusus untukmu,, karena aku adalah Ha In Soo yang baik hati"

"Kita berpencar disini, semua harus mencari diseluruh tempat jangan ada yang terlewat, waktunya latihan, dia pasti lagi nangkring"
"Hitung Sampai tiga yang menang menjadi raja... 1...2... 3 Putih Hitam Basing"

"Huh... kau payah Sung Joon, lihat caraku memanah dan perhatikan baik2"

"Kau harus menariknya seperti ini..... sekuat mungkin... mengerti??"

"Kira-2 mereka masih mencraiku tidak yaa??"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...